Tuesday, February 26, 2008

Tentang Enterobacter sakazakii di susu formula

Weleh weleh...

Jadi terpengaruh ni mau nulis tentang bakteri yang lagi dihebohkan di Indonesia..
soalnya jadi ribet banget berhubung Ibu ibu yang memberikan susu formula ke bayinya jadi pada khawatir (ya iyaaa laaahhh), yang meneliti dari IPB belum mau kasih info yang jelas begitu juga dengan ketua BPOM, Men Kes pun komentarnya kok ya begitu, tidak menenangkan dan malah bikin masyarakat jadi tambah bingung (barangkali Ibu MenKes lagi sibuk launching buku nya_red).

Jadi begini, dari hasil baca baca saya;

Di luar negeri sana, penelitian tentang ES (singkatan buat enterobacter sakazaki) pada makanan sudah ada sejak tahun 90-an (kalo nggak salah tahun 1997) dan keberadaannya pada susu bubuk formula bayi (powdered infant formula) sudah diteliti sejak tahun 2001. Jadi sebenernya Indonesia sudah 7 tahun ketinggalan kehebohannya.

Eits, kenapa ada kata kata 'powdered' alias 'bubuk' yaa.... yepp, karena memang ES ditemukan pada susu formula bubuk karena susu jenis ini kan lebih bertahan lama, jadi lebih lama disimpen di toko (malah sempat ada yang menimbun susu kan kemaren ini biar harganya naek?!). Kalo pada susu cair tidak ditemukan, karena susu ini masa kadaluarsanya pun lebih cepet, begitu...

Di luar negeri sendiri sudah banyak sekali informasi berkaitan dengan proses penyediaan susu untuk bayi yang aman, mengingat, bakteri ES ini ada dimana mana, bukan cuma dari susunya, tapi juga dari air, botol minum, dan lain lain sehingga perlu sekali cara penyiapan susu yang baik dan benar dan aman buat bayi.

hal ini berarti:
'bukan hanya produk susu lokal yang beresiko terkontaminasi bakteri ES tetapi juga produk susu impor'

Jadi sebenarnya kita nggak usah sibuk berfikir tentang 'MERK' apa yang tercemar oleh bakteri ES ini. Faktanya:

1. "Berdasarkan penelitian yang dilakukan Institut Pertanian Bogor, ditemukan 22,73% susu formula dari 22 sampel dan 40% makanan bayi dari 15 sampel yang diteliti terbukti mengandung Enterobacter Sakazakii"

>> hal ini berarti hanya 5 merk susu dari 22 merk susu lokal yang katanya dijadikan sampel yang terkontaminasi, dan 6 merk produk makanan bayi yang terkontaminasi. Sebab kalo infonya masih berupa persen2 an seperti diatas sepertinya kok ya guedhe banget.

2. Penelitian tentang bakteri ini sudah didiskusikan di forum internasional sejak lama, sehingga bisa disimpulkan, tidak menutup kemungkinan susu import juga terkontaminasi bakteri ES.

>>WHO dalam laporannya menyebutkan bahwa probabilitas susu bubuk formula terkontaminasi oleh bakteri ES adalah 0.025, dan probabilitas susu tersebut terkontaminasi pada saat proses persiapan adalah 0.00625.

Sehingga mendingan kita cari tahu cara meng-eliminasinya sehingga aman dikonsumsi buat anak kita. Yaitu :

1. Usahakanlah untuk memberikan ASI eksklusif untuk bayi kita. Karena percayalah ASI adalah yang terbaik.

2. Menurut catatan WHO yang terbit tahun 2007 lalu, ada beberapa cara yang bisa di lakukan untuk mengurangi kemungkinan tercemarnya susu bubuk formula, yaitu:
- usahakan untuk menggunakan susu formula bayi bentuk cair yang tentunya steril (sepertinya di Indonesia nggak ada ya)
- pastikan bahwa area tempat anda mempersiapkan susu dalam keadaan bersih,
- jangan lupa untuk mencuci tangan anda sebelum mempersiapkan susu (dengan sabun ya),
- rebuslah botol minuman bayi dengan suhu hingga 100 derajat celcius sebelum digunakan,
- gunakan air bersuhu 70 - 90 derajat celcius pada saat pencampuran dengan susu bubuk, jangan lebih karena akan dapat merusak nutrisi pada susu,
- usahakan agar susu yang telah disiapkan diberikan dan dihabiskan dalam waktu 4 jam, atau bila tidak segera diminum, simpan dalam suhu dibawah 10 derajat celsius. (jangan berikan bila sudah lebih dari 24 jam).
- secara rutin bersihkan, dan rebuslah peralatan untuk mempersiapkan makanan bayi anda agar steril..


Nah Ibu Ibu ataupun Bapak Bapak yang kebetulan lewat di Blog ini, semoga tulisan kecil ini bermanfaat yah...

kalo mau baca baca lebih lanjut, ini refrensinya:

1. http://www.who.int/foodsafety/publications/micro/es.pdf

2. http://jama.ama-assn.org/cgi/content/full/287/17/2204

3. Browse di PUBMED dengan keywords Enterobacter Sakazakii

1 comments:

Anonymous said...

Sebenarnya ada kok standard ISO tahun 2006 yang membahas tentang ini kenapa BPOM menutup mata?

Ada duit ada fatwa kali yaa coba lihat:
http://antisusu.blogspot.com/2008/05/susu-formula-dan-bakteri-enterobacter.html